Teknologi Informasi: Motorola Xoom tablet
20.01 | Posted in
Setelah kesuksesan iPad pada industri PC Tablet di tanah air, kini pada industri tersebut akan semakin banyak pilihan dengan akan hadirnya Motorola Xoom. Sebuah PC tablet keluaran Motorola, Xoom, perangkat ini dibekali dengan sistem operasi berbasis Android 3.0 Honeycomb. Dan gadget ini disebut perangkat paling gress, yang diproduksi bukan oleh Apple. Namun Xoom perlu membuktikan asumsi tersebut, pertama ekspektasi yang berlebihan terhadap sistem operasi Android 3.0 dan kedua mampukah Xoom menyingkirkan pengguna setia PC tablet yang terbiasa mengoperasikan Apple iPad? 

Sayangnya, Xoom ekspektasi itu belum dapat terpenuhi secara optimal dan tablet ini tidak memberikan pengalaman seperti ketika Anda menggunakan iPad. Namun masih banyak fitur menarik dari Xoom, mari kita ulas secara perlahan fitur apa yang mampu menarik perhatian user. Xoom cocok untuk siapa? Untuk pengembang software Android dan para pecinta Android, Xoom merupakan perangkat yang paling ditunggu. Xoom diakui sebagai sebuah perangkat yang mampu menghubungkan tampilan menarik pada desktop antara Google dengan sistem operasi Android. Bila dibandingkan dengan tampilan iPad yang lebih mirip seperti mobile phone, Xoom hadir bagi user yang menginginkan tampilan layaknya sebuah tampilan PC. Problem yang diselesaikan oleh Xoom Bila kita membandingkan beberapa Android Tablet seperti Samsung Galaxy Tab atau keluaran lain seperti Anchor, kita setuju bahwa perangkat tersebut menjalankan sistem operasi yang tidak sesuai dengan tampilan layar. Kini, Android 3.0 Honeycomb merupakan sistem operasi Google yang pertama dan mampu berkolaborasi secara baik dengan Android, sementara Xoom merupakan perangkat pertama berbasis Honeycomb yang muncul di pasaran. Pada dasarnya Xoom merupakan Google PC tablet yang pertama, Xoom merupakan tablet Android pertama dengan ukuran layar 10 inci yang menjalankan sistem operasi Android, sejajar dengan iPad 9.7 inci. Fitur Standar Xoom Pengalaman jelajahi web – bersama dengan widget, Xoom menawarkan konsep penjelajahan web mirip di desktop, dengan fitur tabbed Anda dapat membuka banyak situs dalam satu waktu. Fitur lainnya adalah thumbs, Anda cukup menaruh jari (jempol) Anda pada tepi layar, dan akan muncul semi lingkaran, yang akan mengarahkan Anda untuk membuka tab baru, bookmark halaman , refresh, forward, dll. Untuk mengaktifkan fitur ini anda perlu mengaturnya pada pilihan aturan pilih quick controls. Kinerja Xoom – Hampir semua aplikasi Xoom terasa cepat, animasi user interface, pencarian, loading video, upload, penambahan halaman web (bila diikuti dengan kecepatan koneksi internet). Rahasia dari kecepatan ini terletak pada prosesor dual core NVIDIA Tegra 2 CPU, kecepatan RAM 1GB dan beberapa chip video, beberapa benda ini cukup untuk menghasilkan kecepatan menakjubkan. Uniknya dengan kecepatan ini tidak begitu mempengaruhi kekuatan daya baterai, memang kemampuan baterai masih belum sekuat iPad, namun baterai Xoom sanggup untuk pemakaian hingga 10 jam. Kekurangan Xoom Tidak adanya fitur flash – Kerjasama antara Motorola dengan Google terlihat seperti dikejar oleh waktu, dimana browser Xoom pada saat peluncurannya belum dilengkapi dengan fitur flash. Hal ini dirasa aneh karena fitur tersebut telah bekerja dengan platform Android sejak munculnya OS Android versi 2.2 dan 2.3. Bahkan microSD Motorola Xoom pada peluncurannya malah tidak dapat dijalankan. Motorola berjanji untuk memperbaiki kedua hal ini. Yang sangat disayangkan adalah versi standar Xoom yang kini hadir masih berbasis 3G, namun menurut Motorola user dapat meningkatkan kemampuan Xoom hingga 4G dengan syarat harus mengirim pesan ke Motorola untuk mengganti chip pada Xoom. Tentunya prosesnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Nampaknya Google dan Motorola perlu mengisyaratkan untuk menahan sejenak pengiriman Xoom hingga perangkat ini benar-benar sempurna untuk digunakan user. Aplikasi Xoom yang masih terbatas – Google perlu bekerja lebih keras lagi untuk menyediakan aplikasi untuk Xoom karena dengan fitur yang sangat canggih Xoom akan terlihat biasa saja apabila tidak didukung aplikasi yang berguna. Belum ada pernyataan resmi kapan Motorola Xoom akan hadir di Indonesia, yang jelas dengan kehadirannya akan semakin mewarnai pasar PC tablet di Indonesia. Spesifikasi Xoom OS : Android 3.0 Honeycomb Prosesor : NVIDIA Tegra 2 Dual Core CPU, 1GB of RAM Storage : 32 GB internal Tampilan : 10.1-inch WXGA 1280×800, 160 dpi Baterai : Lithium-ion polymer with 3250 mAh capacity Berat : 730 gram Camera : 5MP with auto-focus, dual LED flash, 8x digital zoom; 2MP front-facing Networks : CDMA 800/1900MHz; upgradeable to LTE 700MHz Wireless : Wi-Fi 802.11a/b/g/n; Bluetooth 2.1+EDR
Category:
��

Comments

0 responses to "Motorola Xoom tablet"