07.05 | Posted in
Kini kecanggihan Teknologi sungguh luar biasa. Sungguh luar biasa kendaraan yang satu ini, yaitu mobil. Mobil memang kendaraan yang aman dan melindungi Anda dari sinar matahari dan hujan. Selain itu mobil terbaru kini bukan untuk melindungi Anda dari hujan tetapi mobil ini malah bisa berjalan maupun menyelam di bawah air. Sungguh luar biasa teknologi masa depan ini.
Mobil ini digerakkan oleh motor listrik dan bisa menyelam hingga kedalaman 10 meter. Membuat mobil bergerak di dalam air bukan lagi impian. CEO Rinspeed, Frank Rinderknecht, pada Maret lalu memamerkan prototipe mobil pertama di dunia yang dapat berenang dan menyelam hingga kedalaman 10 meter. Bertempat di pameran motor Jenewa ini, Rinderknecht menunjukkan dalam sebuah mobil rancangan perusahaannya ini bisa tetap berjalan mulus tanpa masalah. Terlihat mobil menyelam dan kemudian muncul lagi ke permukaan untuk melaju ke jalan bebas. Kini memang sungguh ajaib bagi kita yang belum pasti, tetapi hal tersebut memang sudah di perkirakan benar, karena mobil terseut akan segera di launchingkan pada Desember 2011 nanti. Mobil buatan Rinspeed dari Swiss ini diklaim adalah yang pertama meski sebelumnya sudah banyak mobil-mobil dengan rancangan sejenis yang juga bisa melaju di air. Mobil tersebut diberi nama Squba. Kelebihan dari squba ini adalah pada penggunaan teknologi modern dan mobil sudah dapat menyelam berikut dengan penumpangnya di kedalaman. Pada mobil-mobil sebelumnya yang juga masuk jenis amphibi car, seperti CLIMBER atau ALPHA, Citroen DS yang dibuat tahun 1960, maupun Chrysler Labarron yang dibuat pada era 70-an, masih menjadi mobil baru belum memiliki kelebihan seperti apa yang ditawarkan oleh squba. Kelebihan ini yakni, mampu menyelam, hemat bahan bakar, dan lebih ringan karena meski sebagian kerangkanya terbuat dari baja namun sebagian besar komponennya dibuat dari bahan serat karbon. Untuk harga dari mobil tersebut masih belum diketahui, karena mobil ini masih dalam tahap proses pembuatan yang lebih banyak agar lebih terpercaya.
Baca selengkapnya
��
06.19 | Posted in
Indonesia harus kembali diganjar prestasi buruk soal industri teknologi informatika (TI). Kali ini Indonesia harus turun peringkat dalam indeks daya saing industri teknologi TI. Hasil penelitian yang dilakukan Economics Intelligent Unit (EIU) yang disponsori BSA, menempatkan Indonesia diposisi 59 dunia, turun satu peringkat dari hasil studi sebelumnya di tahun 2008. “Penelitian ini menunjukkan kalau negara yang memiliki hukum yang tegas terhadap hak kekayaan intelektual umumnya akan unggul dalam indeks daya saing IT,” jelas Direktur BSA Asia Pasifik Claro Parlede, saat konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (14/10/2009). Penelitian yang telah memasuki tahun ketiga ini dilakukan dengan membandingkan perkembangan TI di 66 negara untuk melihat sejauh mana indeks daya saing TI di negara-negara tersebut. 19 dari 20 negara peringkat teratas dalam daftar indeks daya saing TI tahun lalu, kembali masuk ke dalam jajaran negara paling kompetitif. “Lima negara dengan TI paling kompetitif di Asia Pasifik adalah Australia, Singapura, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan Selandia Baru,” sambung Claro. “Sangat penting bagi pemerintah untuk mendukung inovasi dan mengambil langkah untuk merangsang hasil sektor Informasi Teknologi TI dalam menarik investor” imbuhnya.
Baca selengkapnya
��